30 April 2010

Mood tenang,sangat tenang...aarrrrrrr nyaman nyee pagi ni…..........tnk Q semua kwn2,krna kau aku jdi tenang…ermmm…ape yg aku nk buat ari ni ek?....
·         Call lisa
·         Mcn nk Kuar mkan (peladang)…
·         Buat asgmnt….ermmm…mcn mlas jeee#$#%
·         Lepak blik tV…ad cite ke ari ni??
·         Rase2 mcn nk pegi umah mak cik....dh lme gilee xg ni...
·         Axtvt pling best ari ni>>TIDURRR


Benci betul lar aku dengan kau . Kalau boleh mintak simpang malaikat 44 dari selisih dengan kau hari ni." "ish, tak suka ar aku dengan kau, meluat tengok, aku benci kau ." "Kenapa la kau suka buat macam tu, benci aku tengok." "Bencinya aku, dah la hidung tak mancung, pipi lak tersorong-sorong." "Benci, Benci, Benci!" gedik...kenapa la msih ad lagi manusia seperti kau di dunia ni...aku pm xthu dari ceruk hujung jalan mane kau muncul....
ergg kalau nak ikut kan hati aku ni nak je aku bagi sepakan penalti kat mka kau....
dah muka xsebrape dah macan tenggiling buta aku tggok.pragai plak truk.....aku pm xthu la apa untung kau buat macn 2.barangkali kau suka tgk orang makihamu kau kot....
serius aku cukup meluat ngn kau.....!#$@!%#!@


 



geraMM..
aku akan Hidup Sesuka hati  aku,,
Sesungguhnya aku  pasti mati.
Aku akan Cintai siapa saja yang aku suka,
Sesungguhnya aku pasti akan berpisah dengannya
aku akan Lakukan apa saja yang aku  kehendaki,
Sesungguhnya aku  akan memperoleh balasannya...

27 April 2010

“”fOrGive mE,i LoVe hiM,i FoNd hiM.. “hE wHo nEvEr aSk aNythiNg abOut mY dEePeSt fEeLing.. “hE wHo nEvEr tRy tO uNdErstAnd aBouT mE.. “hE wHo tAkE mY dReAms aWay.. “hE wHo aLwaYs mAke mE thiNk aBouT hiM.. AND HE IS YOU….””

24 April 2010

masa ni kita org baru smpai ke NAZA --gurun...biasa la sesi brgmbar...mmg gila2...huhu
  
dari tpi sana......faeezan,anis(ni wtak pnbantu jee)entah mcn mane bleh masuk ni....huuhu,.................qayyum,dan yang paling tpi akuuuuu,,,uhuh

Ermm...ni la gmbr kta org yg trlbat dlm lwatan 2...uhuuh

 dari kiri...ermmm..xslap aku mcn afiq,mat,...shah....qayyum.....AKUU....adam...huhhu
mmg best...ad stu yg best psal ari ni...kta org xde klas...uhuuuuuuuu nikmatttt nyeeee...huuuhuu

22 April 2010

Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumandangkan jihad …
Kelompok orang mukmin telah bangkit …
Dengan para pemuda yang jujur …
Dalam malam-malam nestapa mereka berjalan …
Di belakang Al Qur’an yang nyata …
Mereka tidak peduli dengan berbagai kesusahan di antara taring-taring zaman …
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Alloh kita telah berjalan dan mengumumkan jihad …
Sampaikanlah kabar gembira kepada manusia …
Dengan subuh yang terbit dengan terang …
Wahai malam-malam para pendholim …
Wahai kehinaan orang-orang yang bermain …
Wahai kesia-siaan selama bertahun-tahun …
Telah datang janji yang nyata …
Kami telah datang kepada kalian dengan membawa senapan dan qur’an yang nyata

20 April 2010



Masa ini masa lalu masa depan…hari berganti lewati kisah senang bahagia sedih susah sulit…akankah kau ingat slalu kelamnya masa lalu tidakkah kau cuba menatap cerahnya matahari pagi dan kau cuba menatap hatimu..dalam mengenang masa lalumu yg kelam_waktu tak mungkin berhenti ataupun mengulang_waktu akan terus berjalan_buatlah smua itu jdi kenangan~dan simpan sbagai pelajaran_jangan pernah putus asa,untuk slalu mencuba dan ber usaha_suatu saat nanti kamu pasti dapatkan kebahagiaan yang lebih dri sakit yg kau derita,itu pasti jika kamu mau…sudahlah aku cukup puas bleh ungkapkan rasa hatiku……ku slalu berdo’a_smoga stiap saat kau buka matamu kebahagian akan slalu bersamamu…buat kamu ..

19 April 2010

Adakalanya kita terpaksa menelan kepahitan apabila kehilangan orang yang di sayangi, biarlah hati ditusuk sembilu, biarlah aku membawa bersama-sama cinta yang kau tinggalkan untukku, dan biarlah aku menelan segala keperitan dan kesengsaraan ini! Biarlah aku pergi daripada mengharap darimu lagi…



“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Sesiapa yang mengingkari thaghut (syaitan dan apa saja yang disembah selain daripada Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada simpulan tali (Iman) yang amat kuat dan tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah: 256)
Perkataan pertama yang diucap sebagai pe

17 April 2010

Hidup terbina antara pahit dan manis. Kalau selalu sahaja pahit, 
hati akan menjadi rawan dan kalau sentiasa manis hati akan menjadi bosan " 
[Hamka]

DENGKI membawa BENCI,
CEMBURU membawa SANGSI,
BUSUK HATI membawa MATI,
TUTUR KATA CERMIN DIRI, PAMER PERIBADI......
jika ada jarum yang patah, jgn disimpan dalam peti,
kalau ada silap dan salah, jgn simpan dlm hati....
barang yg lepas jgn dikenang, kalau dikenang merana badan....


Kata Al-Jihad (الْجِهاَدُ) dengan dikasrah huruf jim asalnya secara bahasa bermakna (الْمَشَقَّةُ) yang bermakna kesulitan, kesukaran, kepayahan.
Sedangkan secara syar’i bermakna: “Mencurahkan segala kemampuan dalam memerangi orang-orang kafir atau musuh.” (Lihat Fathul Bari, 6/5; Nailul Authar, 7/208; Asy-Syarhul Mumti’, 8/7)

16 April 2010


Di hari ini gak ada kata2 indah yg mampu ku rangkaikan ataupun hal istiwewa yg mampu kuraih tetapi yg pasti do’a ku akan selalu mengiringi setiap jejak langkahmu.aku menyedari kita berpisah satu tahun lebih ,jumpa hampir setahun bahkan kau memutuskanku 5 bulan lalu.tapi entah mengapa ku tdak dpat membohongi bahwa hatiku masih untukmu,beberpa waktu lalu pernah ku cuba merelakan hatiku pada yg laen tapi tewas dalam waktu  yang singkat hanya kerna ku tak bleh bohongi bahwa hatiku masih untukmu.terima kasih atas warna yg pernah kau lukis dalam hidupku dan menyimpannya walau sebenarnya ku tak berhak lagi memilikinya…………..

15 April 2010




Dipetik dri hasil tulisan Abu Hanifah Muhammad faishal al bantani





Segala Puja dan puji hanya milik Alloh Ta’ala. kita memuji, meminta pertolongan, memohon ampun kepada-Nya, kta berlindung kepada-Nya dari keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh Azza wa Jalla, maka tidak ada yang memberi petunjuk kepadanya. Kita bersaksi tidak ada yang berhaq disembah melainkan Alloh satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Rasululloh Muhammad Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.
“ Sebaik-baik petunjuk ialah Kitabullah (Al-Qur’an), serta sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Rasulullah yakni Sunnahnya, dan seburuk-buruk perbuatan dan perkataan ialah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan ialah Bid’ah dan setiap KeBid’ahan itu sesat serta setiap kesesatan itu ialah tempatnya di dalam Naar (Neraka) “.
Tema Bahasan:
” Wahai Pemuda Kembalilah kejalan yang Lurus ”
Assalamu’alaikum. Warahmatullohi Wabarakatuh
Segala kebenaran dan perlindungan hanya patut kita sembah hanya kepada Alloh Rabbul Izzati yang mana telah memberikan kita kehidupan di dunia ini. Oleh sebab itu wahai para Pemuda dambaan Islam cintailah Allah saja serta kedua Orang tua kita serta janganlah kalian mengikuti langkah-langkah Perilaku juga jalan-jalan Syaithan dan orang Kafir yang dilaknat Allah, maka kalau kalian mengakui bahwa kalian sebagai muslim pelajarilah ilmu Islam ini dengan baik karena tidak ada kemuliaan selain mempelajari Syari’at Allah yang mulia yang terdapat dari dalam Al-Qur’an yang mulia sebagaimana Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: ” Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an ”. (Al-Hadist). Maka dari itu wahai Pemuda Islam janganlah kalian berpaling dalam mencari hakikat kebenaran yang hakiki sebab kebenaran yang hakiki dan sejati hanyalah kalian wahai para Pemuda Islam harusnya pelajari Al-Qur’an dan menghayati makna yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahulloh berkata: ” Hayatilah Al-Qur’an jika anda menginginkan petunjuk, karena ilmu itu ada di balik penghayatan Al-Qur’an. Oleh karena itu wahai pemuda dambaan Islam pelajarilah dan perdalamlah Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasul-Nya Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam karena Alloh telah memberikan kepada kita melalui Rasul-Nya Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam yang mulia dengan Al-Qur’an dan As-Sunnahnya yang dijamin akan kebenaran didalamnya. Ingatlah akan sabda Nabi Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam beliau bersabda: “Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita).” (HR. Ibnu Majah & Baihaqi). Jadi wahai para Ayah dan Ibu janganlah engkau tidak membolehkan anak kalian kesekolah/madrasah serta universitas yang Islami maka kami himbau kepada para orang tua agar didiklah anak-anak kalian untuk perdalami ilmu agama islam ini dengan baik melalui lembaga tersebut dan melalui para Ulama yang konsisten terhadap Islam juga bacaan buku Islam yang bermutu yang berlandaskan kepada pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah itulah pedoman kita.
Dan ingatlah wahai para Orang tua jadikanlah anak-anak kalian sejarah yang membela agamanya dan melindungi agamanya dari berbagai fitnah dan budaya Syaithan dan orang Kafir yang dilaknat. Maka jadikanlah anak-anak kalian sebagai pengantar kalian keSyurga agar terhindar dari api neraka yang panas. (Lihatlah dan pelajarilah Buku Jagalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka, Karya: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Terbitan: Cahaya Tauhid Press, serta Buku Anak Muda nyalakan semangatmu!, Karya: Syaikh DR. Raghib As-Sirjani, Terbitan: Samudera).
Maka oleh karena itu marilah kita pelajari islam ini dengan sungguh-sungguh janganlah kalian berkiblat kepada Syaithan dan Orang Kafir serta Negara Kafir karena Alloh sangat murka apabila kita berpaling terhadap-Nya. Dan inilah sebagian contoh penyimpangan yang dilakukan oleh para Pemuda-pemudi:
1). Berkhayal/Zina Hati.
Ingatan yang terus menerus, rasa rindu, dsb: menyebabkan pikiran dan perasaan disibukkan dengan urusan pacar (duniawi) akibatnya lupa untuk berdzikir pada Alloh Azza wa Jalla Rabb semesta alam. Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Telah tertulis atas anak Adan nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tidak dapat tidak. Zina dua mata adalah melihat, zina dua tangan adalah menyentuh, zina dua kaki adalah berjalan, zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan dan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakan “. (HR. Muslim dari Abu Hurairah dengan Sanad Shahih).
2). Memandang dengan bersyahwat.
“ Hai Ali, janganlah sampai pandangan yang pertama di ikuti pandangan lagi. Sesungguhnya buatmu pertama, bukan yang kedua, dan dosa atas yang kedua “. (HR. Abu dawud dengan Sanad Hasan Shahih). Islam menyuruh umatnya untuk menundukkan pandangan (godhul Bashor), karena berawal dari pandangan itulah biasanya ketertarikan muncul. Lihat QS. An-Nuur: 30-31.
3). Pembicaraan yang manja/dibuat-buat untuk merayu.
Firman Alloh Azza wa Jalla: “ Jangan kalian rendahkan (merdukan) dalam berbicara, sebab akan tergoda orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan ucapkanlah kata-kata yang baik (biasa) “. (QS. Al-Ahzab: 32). Kalaupun kesannya diam, tapi mengatur gerakan anggota tubuh, sehingga membuat orang terpesona juga dilarang, yaitu dalam QS. An-Nuur: 30-31 yang artinya: “ Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara pandangannya yang demikian itu ialah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (30) “. “ Janganlah hentakan kaki-kaki mereka (dengan maksud) agar supaya diketahui apa-apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka (31) ”.
4). Bersentuhan
Menyentuh lawan jenis dengan sengaja dalam keadaan tidak darurat hukumnya haram. Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Sungguh, kepala salah seorang diantara kamu ditikam dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya “. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi dengan Sanad Hasan Shahih).
5). Memakai Parfum/Wangi-wangian. Hukumnya haram kecuali kepada Suami dan Mahramnya.
Parfum merupakan sarana yang paling halus dalam menyebarkan maksiat. Bentuk tubuh atau kecantikan bisa disembunyikan namun dengan berparfum semerbak orang yang disekatnya dapat merasakan dan berkhayal jauh. Maka Syari’at Islam melarang penggunaan parfum yang tidak pada tempatnya. Di ambil dari Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahulloh. Rasululloh Muhammad ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Siapapun wanita yang memakai parfum/wangi-wangian melewati sekumpulan laki-laki maka wanita itu adalah wanita yang sudah berzina (tuna susila/PSK). (HR. An-Nasa’i, Abu dawud, Tirmidzi dengan Sanad Jayyid).
6). Khalwat
Khalwat ialah menyendiri atau bersepi-sepi dengan lawan yang bukan mahram. Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Janganlah seorang laki-laki dan seorang perempuan bersepi-sepi, sebab Syaithan Laknatulloh’ Alaik menemaninya “. Dan janganlah seorang diantra kami bersepi-sepi dengan seorang perempuan kecuali dengan disertai mahramnya “. (HR. Muthafaqun’ Alaih yakni Imam Bukhari & Imam Muslim dengan Sanad Shahih).
7). Ikhtilat (Campur baur antara lelaki (Ikhwan) dan Wanita (Akhwat)).
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah, Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan Fatwa Al-Imam Al-Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh berpendapat bahwa Ikhtilat yaitu bercampur baurnya laki-laki dan perempuan dalam satu tempat yang memungkinkan saling satu sama lainnya. Serta menurut Ulama Salaf orang yang belum menikah dianjurkan (wajib) untuk bershaum (puasa) kalau melanggar dari norma-norma ajaran agama Islam maka haruslah didera 100 kali lalu diarak serta ditonton keliling kota/desa serta dilempar oleh batu hingga meninggal.
8). Memperlihatkan Aurat.
Wanita diawajibkan menutup auratnya sesuai dengan QS. An-Nuur: 30-31 yang artinya: “ Dan hendaklah menutupkan kain ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka…”.
9). Berhias/Tabaruj
Menurut Al-Allamah Syaikh Zamakhsyari Rahimahulloh, Tabaruj ialah memperlihatkan sesuatu yang seharusnya disembunyikan. Bisa berupa gerakan, cara bicara, berdandan, dll. Firman Alloh Azza wa Jalla: “…Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dulu…”. (QS. Al-Adzhab: 33)
10). HomoSeks/Liwath.
Firman Alloh Azza wa Jalla: “ Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tercela. Barangsiapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas “. (QS. Al-Mu’minun: 5-7).
11). Onani/Istimta’
Yaitu mencapai kepuasan seksual dengan menggunakan tangan. Jadi ini termasuk zina tangan. Supaya tidak melakukan Rasululloh mengingatkan dengan sebuah hadist yang artinya: “ Wahai sekalian pemuda, barangsiapa yang sudah mempunyai bekal untuk kawin maka kawinlah sebab itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan dan barangsiapa yang belum mampu maka berpuasalah itu sebagai pelindung baginya “. (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).
12). Zina/hubungan Seks.
Puncak petaka dari pacaran ialah adanya hubungan seks diluar nikah. Islam sejak dini telah melarangnya, bahkan untuk mendekatinya saja sudah dilarang. Alloh berfirman: “ Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk “. (QS. Al-Isra’: 32). Hukuman bagi sang pezina dalam Al-Qur’an sangat berat, yaitu didera seratus kali bagi yang belum menikah atau di rajam sampai mati bagi yang sudah menikah.
13). Para Pemuda-pemudi tidak membiasakan dirinya memberi hormat secara Islami dengan mengucapkan Assalamu’alaikum Wr. Wb tetapi mereka mengantinya dengan kata-kata: Selamat Pagi, Selamat Sore, Selamat datang dan selainnya dari kalimat-kalimat yang biasa digunakan oleh golongan di luar Islam yang ditiru oleh kaum muslimin; sehingga merekaa tidak mendapatkan tiga puluh kebaikan dari salam yang syar’i sebagaiman dalam hadist yang benar (shahih).
14). Para Pemuda-pemudi jika menelpon seseorang muslim maka akan segera mendapat jawaban dengan perkataan ” hallo ”, berasal dari bahasa Inggris yang artinya ” saya terima ”, ada dua kesalahan dalm kalimat ini, kesalahan pertama meniru orang kafir, dan kedua meninggalkan salam yang syar’i.
15). Para Pemuda-pemudi jika berpisah mengatakan bye…bye (atau da…da…, bahasa Belanda) yang semua itu dari bahasa asing, dan menanamkan pada dirinya, agar cinta dan terbiasa meniru orang kafir, padahal seharusnya Pemuda mengucapkan lafadz penghormatan yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum bukan bahasa asing tersebut.
16). Para Pemuda-pemudi berjabat tangan dengan bukan sesamanya, yakni pria dengan pria dan wanita dengan wanita sehingga terbiasa dengan adat istiadat orang-orang kafir yang diharamkan oleh Islam, sebab Rasululloh bersabda: ” Sesungguhnya saya tidak pernah berjabatan tangan dengan para wanita ”. (Hadist Shahih Riwayat Tirmidzi). Dan juga sabda Rasululloh kembali: ” Sesungguhnya kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum besi adalah lebih baik dari pada memegang perempuan yaang tidak halal baginya ”. (Hadist Shahih Riwayat Tabrani).
17). Para Pemuda-pemudi lebih cinta kepada nama-nama yang tidak Islami seperti kalau lelaki: ben, deny, Jonh, dll serta Wanitanya: merry, Diana, Sus, dll tetapi tidak mau menganti dan memakai nama yang Islami seperti kalau lelaki: Ahmad, Hasan, Abdurrahman, Umar, dll sedangkan Wanitanya: Hasanah, Sumaiyah, Khadijah, Aisyah, Halimah, dll, Rasululloh bersabda: ” Sebaik-baiknya nama kalian adalah Abdullah, Abdurrahman, dan Al-Harist ”. (Hadist Shahih Riwayat Tabrani, lihat Shahih Jami’ 2369). Maka seharusnya kita harus bangga menggunakan nama yang Islami bukan yang tidak Islami.
18). Para Pemuda-pemudi sekarang gampang terayu dalam pujukkan Syaitan untuk memakai ubat-ubatan terlarang apelagi Minuman Keras. Bukankah apa-apa yang meracuni tubuh kita itu dosa dan termasuk perbuatan Haram begitupula dengan Merokok yang sangat merusak tubuh kita .
19). Para Pemuda-pemudi lebih cinta kepada Produk pakaian Kafir daripada produk Islami dengan memakai Gamis, Jubah atau baju koko dan sarung sedangkan untuk pemudinya diwajibkan untuk mengenakan Jilbab yang Syar’i dan pakaian yang syar’i lagi longgar yang tidak terlihat tubuhnya dan memakai Cadar lebih baik dibandingkan tidak memakai, dan janganlah takut kita dibilang Ninja jika memakai Cadar dan perkataan yang keji tetapi takutlah dengan hukum Allah dan Rasul-Nya untuk lebih jelas tentang penyimpangan terhadap Wanita lihatlah Buku Penyimpangan Kaum Wanita, Karya: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Terbitan: Darul Haq dan Buku Hijab Pakaian Penutup Aurat Istri Nabi, Karya: Wan Muhammad bin Muhammad Ali, Terbitan: Citra Risalah juga Buku Ketika Kehormatan dicampakkan, Karya: Syaikh Faishal bin Sa’id Az-Zahrani, Terbitan: Pustaka At-Tibyan.
20) Para Pemuda-pemudi merayakan/mengadakan dan mengikuti Hari Valentine’s Day yang nyatanya hari tersebut adalah hari peringatan untuk mengenang Pendeta Staint Valentine lebih jelas Bacalah Buku Ada apa dengan Valentine’s Day, Disusun oleh: Tim Pustaka Al-Sofwa, Terbitan, Pustaka Al-Sofwa, Jakarta juga Buku Nasihat Kepada kaum Muslimin, Karya: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, Terbitan: Dar El-Hujjah
21) Para Pemuda-pemudi mereka merayakan/mengadakan dan mengikuti Perayaan Hari Ulang Tahun dan Hari pergantian Tahun (Happy New Year/Selamat Tahun Baru) padahal Rasululloh dan para Shahabatnya tidak pernah melakukannya karena tidak pernah dicontohkan, dan Rasululloh bersabda: ” Barangsiapa yang mengadakan suatu amalan yang tidak ada contohnya dariku maka amalanya tertolak ”.(Hadist Shahih Riwayat Muttafaq’ Alaih) Serta perbuatan tersebut adalah hukumnya Haram termasuk perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh dari Rasululloh dan Shahabatnya tapi mereka mengadakan, serta masih banyak lagi sederet penyimpangan yang dilakukan oleh para Pemuda-pemudi Islam. Wallohu’ Ta’ala A’lam.
Nah, wahai para Pemuda-pemudi itulah beberapa contoh kesalahan yang anda lakukan serta masih banyak lagi penyimpangan yang anda lakukan. Juga kami menghimbau marilah kalian mencari kawan atau sahabat yang selalu mengingatkan akan kebenaran. Dan suatu hari Rasulullah kedatangan seseorang yang menanyakan tentang sahabat yang Shahih (baik). Beliau Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam menjawab: “ Sebaik-baik dia antara kamu ialah dia yang mengingatkan kamu kepada Allah Azza wa Jalla, ucapannya menambah ilmumu dan perbuatannya mendorongmu beramal untuk Akhirat “. (HR. Al-Hakim, Tirmidzi dari Ibnu Amru bin Ash). Pertanyaan serupa, pernah diajukan oleh Nabiyulloh Isa Alaihi’ Sallam: “ Wahai Rosululloh Isa Alaihi’ Sallam: Siapa yang dapat dijadikan teman duduk? “ Jawab Isa Alaihi’ Sallam: “ Dia yang ucapannya menambah ilmu, dan menasihatimu, serta dapat mengingatkan kamu kepada Alloh Tabarokta wa Ta’ala dan amalannya dapat mendorongmu beramal untuk Akhirat “.
Memilih sahabat, merupakan pekerjaan yang bnar2 susah. bnar, bila peruntukannya pada hal yang melalaikan, bersifat gebyar, hura-hura dan kecenderungan pada jalan kefasikan. Namun akan terasa sulit, bila memilih mereka yang dapat menuntun kepada jalan kebenaran dan keimanan. Sampai-sampai secara khusus Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam mengingatkan: “ Kepribadian seseorang seiring dengan karakter kawan akrabnya. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih kawan (Sahabat) “. (HR. Ahmad).
Serta dalam hadistnya yang lain, Nabi Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam menyatakan: “ Persahabatan yang baik merupakan sebagian dari Iman “. (HR. Al-Hakim, Ad-Dailami dari Aisyah’, tapi entah ini hadis palsu, lemah ataukah sahih???)). Bentuk persahabatan yang baik tidak bercirikan llai, gebyar, hura-hura dan mengantar kepada jalan kefasikan dan kemungkaran, itulah yang disebut sebagai “ Persahabatan yang baik “.
Yakni persahabatan yang akan mempersubur tumbuhnya iman dan mengantarkan kita selamat di dunia hingga kampung akhirat. Insya Alloh Ta’ala. bijaklah memilih sahabat dengan mengambil mereka yang berkriteria antara lain sebagai berikut:
Memilih sahabat yang berakal dan bertakwa juga beriman serta berTauhidnya benar.
Cari yang memiliki Aqidah & Akhlak baik dan rajin beribadah dengan benar.
Mencari sahabat yang menyukai kebenaran dan keadilan.
Menjauhi orang yang selalu berbuat kefasikan dan kemungkaran serta kedzholiman.
Jauhi yang cinta kepada dunia.
Hindari yang suka berbuat dosa, maksiat dan kedustaan.
Jauhi mereka yang berbuat buruk. Karena ditegaskan oleh Nabi Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam: “ Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan bergaul dengan orang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang bermanfaat lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbincang (ngobrol) yang buruk “. (HR. Al-Hakim).
Ali Radhiyallohu’ anhu Wajhah Berpesan: “ Saudaramu yang sebenarnya adalah yang bersamamu, yang sanggup berkorban demi kebahagiaanmu, kalau ada sesuatu yang menimpamu ia sanggup meninggalkan siapapun untuk bersamamu “.
Semoga saja kalian paham akan isi Risalah yang mulia ini walaupun isinya sangat tidak berbobot tapi semoga saja banyak faedah ilmu agama yang sangat banyak. Untuk lebih yakin akan kebenaran Islam yang mulia marilah kita bersama-sama mencari kemulian dalam meniti Shirothol Mustaqiem (Jalan yang Lurus) dengan mempelajari Islam yang mulia melalui Ulama yang terpercaya otoritas ilmu agamanya yang dijamin oleh Alloh. Beberapa Untaian Nasehat berharga, “Barangsiapa yang Alloh kehendaki kebaikannya, niscaya Alloh jadikan dia paham terhadap agama-Nya.” (HR. Bukhari). “Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: “shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.” (HR. Muslim). “Alloh mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat”. (QS. Al Mujadalah:11).
Wallohu’ Ta’ala A’lam, Sekian, Semoga tulisan ini bermanfaat. Wa’akhiru Dakwathuna. Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa ‘illaa Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun, Walhamdulillahirobbil Alamien. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.
Dan segala puji bagi Alloh Robb semesta alam dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam dan keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.
Semoga Alloh selalu merahmati kita dengan ilmu yang hakiki, Amien…!. Pesan Kami: Ingat 5 sebelum 5 yakni: “ Kehidupanmu sebelum datang matimu, Kesehatanmu sebelum datang sakitmu, Waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu, Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, Kekayaanmu sebelum datang kemiskinanmu “. (HR. Muslim).

14 April 2010



Hidup ini mmg indah jadi jalani la apa saja yang Telah di berikan oleh tuhan, memang aku tidak bleh lupakan dia tapi setidaknya aku bleh menerima keputusan dia. karena mungkin apa yang dia pilih itu udah menjadi jalan hidupnya, dan aku harus mengerti orang-orang baru yang ingin mendekati aku, mungkin Orang baru itu yang bleh memberikan arti cinta yang sebenarnya untuk aku……….

12 April 2010

Wanita paling ramai masuk neraka

MENGENANGKAN banyak antara kaum perempuan menyeleweng daripada ajaran Islam disebabkan beberapa sifat buruk yang sepatutnya dijauhi, Rasulullah SAW menasihati dan menggalakkan mereka supaya selalu bersedekah. Hal ini kerana sedekah akan menolong mereka di dunia dan akhirat.
Dalam hadis daripada Jabir bin Abdullah, katanya: “Aku hadir bersama-sama Rasulullah mengerjakan sembahyang pada hari raya (selepas sembahyang dan berkhutbah). Baginda kemudian pergi (ke barisan belakang) hingga sampai ke tempat kaum perempuan. Lalu Baginda menasihati dan mengingatkan mereka, serta Baginda (menggalakkan mereka bersedekah), sabdanya: “(Bersedekahlah kamu kerana sesungguhnya kebanyakan kamu menjadi kayu bakaran api neraka.”
Pada saat itu, seorang perempuan yang berkedut kedua-dua pipinya, bangun dari tengah kaum perempuan lalu bertanya: “Mengapa (kami dimurkai Allah seberat itu), Ya Rasulullah? “Baginda menjawab: “Kerana kamu selalu saja mengadu (tidak cukup nafkah), dan kamu pula tidak mengenang budi suami (sedikit pun).”
Jabir (rawi hadis ini) berkata: “Golongan perempuan itu pula tampil bersedekah barang perhiasan badan mereka, mereka meletakkan pada baju Bilal: subang dan anting-anting serta cincin mereka.” (Hadis riwayat Muslim)
Kaum perempuan diciptakan Allah dalam keadaan yang semulia-mulianya – sebagai ibu yang dihormati, isteri dikasihi dan anak disayangi. Selain itu, diberi panduan supaya mereka menjadi manusia beriman dan beramal salih.
Untuk menyedarkan mereka akan hakikat itu, Rasulullah menasihati mereka supaya menjauhi apa-apa juga tabiat buruk seperti diterangkan dalam hadis di atas.
Perkara itu ditegaskan lagi dalam hadis berikut.
Daripada Abdullah bin Umar bahawa Rasulullah bersabda: “Wahai kaum perempuan, bersedekah dan banyakkan beristighfar kerana sesungguhnya aku mengetahui (bahawa) kamu golongan yang banyak sekali antara ahli neraka.”
Seorang perempuan yang bijak antara mereka berkata: “Ya Rasulullah mengapa kami menjadi golongan yang banyak sekali antara ahli neraka?” Baginda menjawab: "”(Kerana) kamu selalu mengutuk dan memaki-hamun dan kamu pula tidak mengenang budi suami dan (selain itu) aku tidak melihat golongan yang kurang akal dan kurang pula (amal) agamanya serta besar pula pengaruhnya kepada orang lelaki bijak bestari (sekalipun) – selain daripada kamu.”
Perempuan itu bertanya lagi katanya: “Ya Rasulullah apa maksudnya: (Kaum perempuan) kurang akal dan kurang (amal) agama itu?” Baginda menjawab: “Mengenai kurang akal, maka (ketika menjadi saksi): Saksi dua perempuan, (hanya) menyamai saksi seorang lelaki; maka inilah (tanda) kurang akal. Dan seseorang perempuan pula akan tinggal beberapa hari dengan tidak mengerjakan
sembahyang (kerana kedatangan haid) dan dia pula ada kalanya tidak berpuasa pada Ramadan (kerana kedatangan haid juga) maka ini dan (tanda yang menunjukkan kaum perempuan) kurang amal agamanya (berbanding dengan kaum lelaki).”
(Hadis riwayat Bukhari dan Ibn Majah)

Dari Al-Hasan, bahawa 'Aqil bin Abi Thalib menikahi seorang wanita dari Jasyam. Para tetamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : "Birafa' Wal Banin (Semoga murah rezeki dan banyak anak)". 'Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : "Janganlah kalian ucapkan demikian!!. Karena Rasulullah s.a.w melarang ucapan demikian". Para tamu bertanya :"Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?". 'Aqil menjelaskan : "Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka 'Alaiykum (Semoga Allah memberi kalian keberkatan dan melimpahkan atas kalian keberkatan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah s.a.w".
(Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain).
Doa yang biasa Rasulullah s.a.w ucapkan kepada seorang mempelai ialah :
"Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair"

Doa ini berdasarkan hadith sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
Dari Abu hurairah, bahawasa Nabi s.a.w jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa : "Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair (Semoga Allah memberimu keberkatan dan mencurahkan keberkatan ke atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan)".
(Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Darimi, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).
Wallahu'alam

Ustadz Abu Sa'ad al-Wa'izh berkata, "Pada prinsipnya mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan. Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, bahkan ia merupakan satu dari dua bagian kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi. Adapun orang yang menerima ucapan malaikat saat dia terjaga disebut Rasul. Inilah yang membedakan antara nabi dan rasul."

Abu Ali Hamid bin Muhammad bin Abdullah ar-Rafa` memberitahukan kepada kami, dari Muhammad ibnul-Mughirah, dari Makki bin Ibrahim, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah 'azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah." (Muttafaq 'alaih) Beliau bersabda, "Aku menyukai mimpi ihwal rantai, tetapi tidak menyukai mimpi ihwal belenggu." ( Shahih al-Jami' ) Rantai ditakwilkan dengan keteguhan pada agama.

Abu Abdullah al-Mahlabi dan Muhammad bin Ya'qub bin Yusuf menceritakan kepada kami dari al-'Abbas ibnul-Walid bin Mazid, dari 'Uqbah bin 'Alqamah al-Mu'arifi, dari al-Auza'i, dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abi Salamah bin Abdurrahman, dari 'Ubadah ibnush-Shamit bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang ayat 63-63 surah Yunus, " Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat." Maka, Rasulullah menjawab, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun selainmu. Al-busyra ialah mimpi yang baik yang dialami oleh seseorang atau dianugerahkan Allah kepadanya." ( As-Silsilah ash-Shahihah ) Ustadz Abu Sa'ad berkata, "Hadits-hadits yang kami riwayatkan tersebut menunjukkan bahwa mimpi itu memang sesuatu yang benar secara substansial dan bahwa mimpi itu memiliki ketentuan dan dampak."

Di antara dalil yang menunjukkan kebenaran mimpi ialah bahwa saat Ibrahim tidur, Allah memperlihatkan kepadanya seolah-olah dia menyembelih putranya. Setelah bangun, dia pun melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya saat tidur. Allah Ta'ala mengisahkan kejadian tersebut, "Maka tatkala anak itu mencapai kesanggupan berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, 'Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu!' Dia menjawab, 'Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'" (ash-Shaaffat: 102)
Setelah Ibrahim a.s. memahami mimpinya dan berupaya melaksanakannya, lalu Allah memberinya jalan keluar karena kasih-sayang-Nya, dia mengetahui bahwa mimpi itu merupakan hukum. Demikian pula halnya dengan mimpi yang dialami Yusuf a.s., yang dikisahkan Allah dalam Al-Qur`an sebagai kisah yang populer dan terkenal.
Abu Sa'id Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim meriwayatkan kepada kami dari Ali bin Muhammad al-Waraq, dari Ahmad bin Muhammad bin Nashr, dari Yusuf bin Bilal, dari Muhammad bin Marwan al-Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas bahwa Aisyah berkata, "Rasulullah terkena sihir. Maka, beliau jatuh sakit, sehingga kami mengkhawatirkannya. Ketika beliau berada antara tidur dan terjaga, tiba-tiba turun dua malaikat: yang satu berada di dekat kepala Rasulullah dan yang lain berada di dekat kaki beliau. Malaikat yang berada dekat kepala berkata kepada malaikat yang berada dekat kaki, 'Mengapa dia sakit?'
Malaikat bertanya demikian supaya Nabi saw. memahami persoalannya.

Temannya menjawab, 'Terkena sihir.'
'Siapa yang melakukannya?'
'Lubaid bin A'sham, orang Yahudi.'
'Di mana dia melakukannya?'
'Di sumur Dzarwan.'
'Bagaimana mengobatinya?'
'Kirimlah orang ke sumur itu dan keringkan airnya. Jika tampak sebuah batu besar, singkirkanlah karena di bawahnya terdapat tali busur yang berpintal sebelas dan diletakkan di dalam kantong. Setelah itu bakarlah ia. Insya Allah dia sembuh. Jika dia menyuruh orang, hendaknya dia mengeluarkan kantong itu.'"

Ibnu Abbas melanjutkan, "Nabi pun bangun dan beliau telah memahami apa yang dikatakan kepadanya oleh malaikat. Beliau menyuruh 'Ammar bin Yasir dan sekelompok sahabatnya ke sumur tersebut yang airnya telah berubah seperti inai. Kemudian sumur itu dikeringkan. Setelah tampak batu besar, ia pun digulingkan, dan tampaklah di bawahnya kantong yang berisikan tali busur bersimpul sebelas. Kemudian mereka membawanya kepada Rasulullah. Maka, turunlah surah al-Falaq dan surah an-Naas. Kedua surah ini berjumlah 11 ayat dan sama dengan banyaknya buhul yang berjumlah 11 pula. Setiap kali beliau membaca satu ayat, lepaslah satu buhul. Setelah seluruh buhulnya terbuka, Rasulullah dapat bangkit dan seolah-olah terlepas dari ikatan. Buhul itu pun dibakar. Nabi menyuruh kita berlindung kepada Allah melalui kedua surah tersebut. Lubaid mengunjungi Rasulullah. Meskipun beliau menceritakan kejadian di atas, pada wajah Lubaid tidak tampak perubahan apa pun." Hadits di atas menunjukkan kebenaran masalah mimpi dan keberadaannya di dalam banyak hadits, sehingga terlampau panjang untuk menceritakannya. Hadits di atas menunjukkan kebenaran masalah mimpi dan keberadaannya di dalam banyak hadits, sehingga terlampau panjang untuk menceritakannya.

Ustadz Abu Sa'ad berkata, "Aku melihat bahwa ilmu itu terdiri atas beberapa jenis, di antaranya ada yang bermanfaat bagi dunia, tetapi tidak bermanfaat bagi agama; ada yang bermanfaat bagi dunia dan agama. Ilmu tentang mimpi termasuk ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan agama. Kemudian aku shalat istikharah sebelum mengumpulkan apa yang berasal dari Allah dan menempuh metode peringkasan seraya memohon pertolongan kepada-Nya dalam menyempurnakan apa yang diridhai dan dicintai-Nya. Juga berlindung kepada-Nya dari ujian dan fitnah-Nya. Allahlah Pemilik taufik. Cukuplah Dia bagi kami. Dia adalah sebaik-baik Pelindung."

Ustadz Abu Sa'ad berkata, "Orang perlu menegakkan tata kesopanan agar mimpinya mendekati kebenaran. Di antara adab kesopanan itu ialah membiasakan diri berkata jujur. Nabi bersabda dalam hadits muttafaq alaih, ' Orang yang paling benar mimpinya ialah yang paling benar perkataannya.'" Adab lainnya ialah tidur dengan punya wudhu. Abu Dzar berkata, "Kekasihku (Muhammad saw.) memberikan tiga pesan kepadaku yang tidak pernah aku tinggalkan hingga mati. Yaitu, puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat fajar, dan tidak tidur kecuali punya wudhu. " Demikian yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Adab lainnya ialah tidur dengan berbaring ke sisi kanan tubuh karena Nabi saw. menyukai bagian kanan dalam segala hal. Diriwayatkan bahwa beliau tidur pada sisi kanan tubuhnya seraya meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanan, lalu berdoa, " Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada saat Engkau mengumpulkan hamba-hamba-Mu." (HR Tirmidzi dan Abu Dawud) Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.

Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi "basah" dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal." (al-Mujaadilah: 10)

Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun. Ustadz Abu Sa'ad berkata, "Pelaku mimpi hendaknya memelihara etika yang perlu dipegang teguh dan memiliki batasan-batasan yang selayaknya tidak dilampaui. Demikian pula halnya dengan pentakwil." Etika pelaku mimpi ialah, pertama, dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya'kub kepada Yusuf, "Ayahnya berkata, 'Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.'" (Yusuf: 5)
Kedua, jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi saw. bersabda, " Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai." Ketiga, janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat.
Adapun etika pentakwil ialah sebagai berikut.
  • Pertama, jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, "Aku kira mimpi itu baik."

  • Kedua, hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, "Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan." Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, " Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah." Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah.

  • Ketiga, menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami.

  • Keempat, jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.

  • Kelima, menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam.

  • Keenam, memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya.

  • Ketujuh, merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu.

    Paparan singkat ini cukup kaya bagi orang yang mau merenungkannya dan mencermati maknanya. Kalaulah kami memaparkannya secara panjang lebar, niscaya menimbulkan kebosanan dan kejemuan. Kami berharap kepada Allah Ta'ala kiranya buku ini bermanfaat bagi kita dan kiranya Dia melindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat, perut yang tidak pernah kenyang, nafsu yang tidak mau tunduk, doa yang tidak diterima, tabiat yang menyeret kepada ketamakan, dan ketamakan yang tidak pernah berakhir. Sesungguhnya Allah Ta'ala Mahakuasa atas segala yang dikehendaki-Nya, serta Maha melakukan apa yang dituju-Nya. Cukuplah bagiku Allah. Dialah sebaik-baik Pelindung.
  • Nota: Cerita ini mengolahkan suatu peristiwa diantara seorang bapa dan anaknya, mari kita memerhatikannya.


    Ada satu ketika kan sekumpulan manusia nie dia kan nak mula korban binatang, pastu ada la anak kecil ni tanya pada abahnya "abah, abah.. sembelih nie untuk apa ye?" abah dia jawab, "sembelih ini sedekah dik, untuk makanan orang-orang miskin", anak tu jawab "oo.. jadi sembelih nie, kasi tolong dekat orang-orang miskin ye, ke abah?", melihat anak lelaki dia menanya, dia pun jawab "begini nak, bukan darah sembelih itu dianugerahkan dekat Allah taala, tapi amalan menyembelih cara Islam itu yang sampai ke langit, dan ia akan jadi suatu ibadah dimana kita akan diberi pahala, pahala itu berguna pada masa dimana harta dan anak-anak kita sudah tiada..", anak tu jawab balik "macam tu, jadi maksudnya.. yang sampai dekat Tuhan tu bukan suatu yang boleh dilihat ye?" Abahnya tersenyum, dan berkata "betul nak.. kita tak dapat lihat semua itu, tapi kita berharap yang pahala kita itu sampai kepada Allah taala, sebagai pahala yang abadi..", anak tu terfikir sekejap, dan bertanya "pahala abadi?", bapa tu lihat kat anak tu, "banyak lagi yang kamu tak paham, akan tetapi, pahala abadi itu suatu jenis pahala yang tetap akan memperbanyakkan dirinya disebabkan beberapa perkara, terutamanya bila pahala tersebut adalah dilakukan secara telus dan ikhlas kerana Allah taala." Anak tu terpegun, dia pun tanya, "kenapa begitu pula?" Ayah dia jawab, sebab Allah taala menitik berat tentang amalan yang dilakukan secara betul dan ikhlas.

    Kekuasaan yang Dijanjikan Allah untuk Kaum Mukminin

    "Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka
    tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku. Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (an-Nuur: 55)
    Itulah janji Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari umat Nabi Muhammad saw. Janji itu berupa khilafah dan kekuasaan di muka bumi, kekokohan dan keteguhan agama yang diridhai bagi mereka, dan ketakutan mereka diganti dengan keamanan. Itulah janjiAllah. Janji Allah pasti benar. Janji Allah pasti terjadi. Allah sekali-kali tidak pernah mengkhianatjanji-Nya.
    Lantas apa hakikat dari iman itu? Dan, apa hakikat dari penganugerahan khilafah dan kekuasaan itu? Sesungguhnya hakikat iman itu yang dengannya akan terealisasi janji Allah secara pasti adalah hakikat sangat besar yang mencakup seluruh aspek aktivitas manusia. Dan, hakikat itu mengarahkan seluruh aktivitas manusia. Maka, ketika hakikat itu bersemayam dalam hati, ia akan menampakkan dirinya dalam gambaran amal yang penuh semangat, pembangunan, dan kreativitas yang semuanya tertuju kepada Allah.
    Orang yang melakukan itu semata-mata hanya mencari ridha Allah. Hakikat iman itu adalah ketaatan kepada Allah dan penyerahan diri secara total baik dalam perkara kecil maupun besar. Tidak tersisa lagi bersamanya hawa nafsu, syahwat di hati, penyimpangan dalam fitrah, melainkan semuanya tunduk kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah dari sisi Allah.
    Iman itu merupakan manhaj kehidupan yang sempurna, mencakup seluruh perintah Allah. termasuk di antara perintah Allah itu adalah mempersiapkan segala sarana, menyiapkan bekal, mengusahakan wasilah-wasilah, dan membekali diri sendiri dengan segalah keahlian yang memungkinkan untuk mengemban amanat besar di muka bumi ini… yaitu amanah khilafah.
    Jadi, apa hakikat dari penganugerahan khilafah dan kekuasaan di bumi itu? Sesungguhnya khilafah dan kekuasaan di muka bumi adalah kekuatan untuk melakukan pemakmuran dan perbaikan, bukan untuk memusnahkan dan menghancurkan. Ia juga merupakan kekuatan untuk merealisasikan keadilan dan ketenangan, bukan kezaliman dan penjajahan. Ia juga merupakan kekuatan untuk meraih derajat yang tinggi dalam jiwa manusia dan sistem kehidupannya, bukan untuk menyimpang baik individu maupun komunitas kepada perilaku-perilaku binatang!
    Itulah janji kekuasaan yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka dijanjikan oleh Allah kekuasaan di muka bumi sebagaimana Allah telah menganugerahkannya kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dahulu kala sebelum mereka. Tujuannya agar mereka merealisasikan manhaj yang dikehendaki oleh Allah, menetapkan keadilan yang diinginkan oleh Allah, dan berjalan bersama-sama dengan manusia dengan langkah-langkah di atas jalur yang mengantarkan kepada kesempurnaan yang ditentukan ketika Allah menciptakannya.
    Sedangkan, orang-orang yang diberi kekuasaan, kemudian mereka melakukan kerusakan di muka bumi, menyebarkan kezaliman, dan menyimpang kepada perilaku-perilaku binatang … maka mereka sesungguhnya bukanlah diberi kekuasaan yang sejati. Namun, mereka diuji dengan kekuasaan yang ada pada mereka. Atau, kaum lain diuji dengan kekuasaan mereka, yaitu kaum yang ditaklukkan oleh mereka karena hikmah yang ditentukan oleh Allah.
    Dalil dari pemahaman tentang hakikat kekuasaan ini adalah firman Allah,
    “…Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka…."
    Kekokohan agama baru akan tercapai bila ia telah kokoh berada dalam hati, sebagaimana hal itu juga baru akan tercapai bila ia telah kokoh dalam mengatur dan
    mengendalikan kehidupan. Pada kondisi seperti itulah Allah menjanjikan kekuasaan kepada mereka di muka bumi. Dan, agama mereka yang diridhai bagi mereka, dijadikan sebagai agama yang menguasai bumi. Agama mereka itu menyuruh kepada perbaikan, keadilan, merasa lebih tinggi dan terhormat dari terjerumus ke dalam syahwat dunia, memakmurkan bumi, dan memanfaatkan segala yang disiapkan oleh Allah di dalam bumi. Bersama semua aktivitas itu ada perintah menyertakan keikhlasan hanya kepada Allah.
    Janji Allah itu telah terealisasikan sekali … dan akan terus terealisasikan selama orang-orang yang beriman mau menjalani syarat yang ditentukan Allah, “ Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku…."
    Selama orang-orang yang beriman tidak menyekutukan Allah dengan tuhan lain atau dengan syahwat-syahwat mereka …mereka beriman dan beramal saleh… maka janji Allah itu pasti terlaksana bagi setiap orang dari umat ini yang menunaikan syarat itu sampai hari kiamat kelak. Sesungguhnya kelambatan datangnya pertolongan, kekuasaan, peneguhan, pengokohan, dan keamanan Allah disebabkan oleh tidak hadirnya syarat Allah itu dalam salah satu di antara aspek-aspeknya yang luas, atau dalam beban taklif di antara taklif-taklif yang besar.
    Apabila umat telah mengambil pelajaran dari musibah itu, melewati ujian, memohon keamanan kepada Allah, memohon kejayaan kepada Allah, memohon kekuasaan … bersama dengan wasilah-wasilah yang dikehendaki oleh Allah dan syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah … pasti Allah akan merealisasikan janji-Nya yang tidak pernah dikhianati-Nya. Sehingga, tidak ada satu kekuatan pun dari seluruh kekuatan yang ada di bumi ini yang mampu menghadangnya.
    Oleh karena itu, Allah menambah komentar atas janji itu dengan perintah shalat, zakat, dan taat. Tujuannya agar tidak menjadikan Rasulullah dan umatnya sebagai sasaran bagi kekuatan orang-orang kafir yang memerangi mereka dan memerangi agama mereka yang diridhai Allah.
    “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan Allah dari mengazab mereka di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan, sungguh amat jeleklah tempat kembali itu." (an-Nuur: 56-57)
    Itulah bekal yang harus disertakan. Yaitu, selalu menjalin hubungan dengan Allah, meluruskan hati dengan mendirikan shalat, menguasai sifat bakhil dan kikir, mensucikan jiwa dan jamaah dengan menunaikan zakat, menaati Rasulullah dan ridha dengan keputusan hukumnya, pelaksanaan syariat Allah dalam setiap perbuatan kecil dan besar, dan merealisasikan manhaj yang dikehendaki-Nya untuk kehidupan ini.
    Semuanya “ supaya kamu diberi rahmat". Kalian mendapat rahmat di dunia sehingga tidak tertimpa kerusakan, penyimpangan, ketakutan, kekhawatiran, dan kesesatan. Demikian juga di akhirat terbebas dari kemurkaan, azab, dan penyiksaan. Bila kalian istiqamah atas manhaj, maka kekuatan orang-orang kafir tidak akan menjadi masalah bagi kalian. Orang-orang kafir itu tidak akan bisa memperlemah kekuatan kalian. Walaupun kekuatan mereka luar biasa, namun mereka tidak akan bisa menghalangi jalan kalian.
    Kalian menjadi kuat dengan keimanan kalian, kuat dengan sistem kalian, dan kuat dengan bekal yang mampu kalian kumpulkan. Bisa jadi perbekalan kalian tidaklah sebanding dari suatu sisi materi dengan perbekalan orang-orang kafir. Namun, hati-hati yang beriman dan penuh dengan perjuangan selalu dapat menciptakan kejadian-kejadian yang luar biasa dan keajaiban-keajaiban.
    Sesungguhnya Islam itu merupakan hakikat yang sangat besar. Ia harus disadari secara penuh oleh orang yang ingin meraih hakikat janji Allah dalam ayat-ayat itu. Ia harus dibahas tuntas dalam perjalanan sejarah manusia tentang kebenaran dan bukti janji itu. Setiap orang yang ingin meraih hakikat janji Allah dalam ayat-ayat itu harus mengetahui syarat-syaratnya secara benar dan sejati, sebelum dia meragukan dan merasa bimbang akan janji itu. Atau, sebelum ia merasa janji itu terlalu terlambat datang faktanya dalam kondisi apa pun.
    Sesungguhnya jika setiap umat ini berjalan dalam manhaj Allah, berhukum kepada manhaj itu dalam kehidupan, meridhainya dalam setiap urusannya … maka janji Allah tentang kekuasaan, kekokohan, dan keamanan itu pasti menjadi kenyataan. Namun, jika setiap kali umat ini menyimpang dari manhaj itu, maka pasti umat ini berada dalam posisi paling terbelakang dari seluruh kafilah umat manusia, rendah dan hina.
    Agamanya terlempar dari kejayaan atas seluruh manusia. Umat pun diliputi oleh ketakutan dan disambar oleh musuh.
    Ingatlah, sesungguhnya janji Allah pasti terlaksana. Ingatlah bahwa syarat dari Allah sudah jelas. Barangsiapa yang menginginkan janji itu, maka hendaklah dia mencukupi syaratnya. Siapakah yang lebih menepati janji selain Allah?

    ;;